
Jakarta - 14 April 2010
“Bagaimana perkembangan teknologi untuk pendidikan dapat mengangkat pembangunan suatu negara?”
Itulah pertanyaan yang diajukan oleh Ben Soemartopo, seorang partner Modernisator dalam Modernisator Speakers’ Forum 12 yang bertema “Surviving 21st Century with Digital Innovation: Ideas to Make the Leap.” Acara ini menghadirkan John Davies (General Manager Intel World Ahead Program yang berada di bawah Intel Corp) dan Bapak Fasli Jalal (Wakil Menteri Pendidikan Nasional), dengan moderator Bapak Leonard Samosir.
Menurut Davies, Intel memiliki kurang lebih 17 program pengembangan teknologi lebih dari 60 negara, yang memfokuskan diri pada penggunaan perangkat lunak yang ada, daripada sekedar menyediakan perangkat keras. Hal ini karena Intel yakin bahwa perkembangan teknologi dapat meningkatkan kesejahteraan dan mengangkat kredibilitas negara. Ini terbukti di dekade terakhir ini dengan adanya kenaikan produktivitas negara-negara yang berbasis dengan menggunakan IT, dan internet menjadi pemacu utama pertumbuhan produktivitas global.
Davies mengambil contoh bidang kesehatan. Para ahli kesehatan telah mampu melakukan indentifikasi penyakit tanaman di pedesaan di Africa menggunakan teknologi pangan terkini. Selain itu, terdapat pula klinik pedesaan di China, Medical Education di India, dan Mobile Health Workers di Mexico, semuanya berbasis IT dan internet.
Mendukung pandangan ini, Prof Fasli Jalal menyatakan bahwa perkembangan teknologi sangat membantu sekolah-sekolah dan peserta didik yang tersebar di berbagai pulau di seluruh Nusantara. Dengan kemajuan teknologi, pihak Diknas dapat melakukan pelatihan dan pendidikan bagi guru-guru di daerah yang jauh, dengan melakukan transfer ilmu dan informasi melalui internet.
Prof Fasli memberi contoh departemen pendidikan di Papua yang telah bekerja sama dengan Institut Pendidikan Bandung, Universitas Cendrawasih dan IKIP dalam mengembangkan metode pengajaran berbasis Internet. Menutup presentasinya, Prof Fasli yakin bahwa kemajuan perkembangan teknologi ini dapat juga membuka peluang investasi secara nasional, pendidikan, dan membangun hubungan antara perusahaan swasta dan publik.