
Modernisator adalah gerakan generasi muda Indonesia abad ke-21 yang nasionalis, internasionalis, idealis, modern, inovatif, dan berprestasi.
Gerakan Modernisator bersifat independen, non-politis dan nir-laba. Modernisator terbuka bagi semua orang Indonesia yang berwawasan sama dengan Modernisator (lihat Manifesto Modernisator). Kami menjunjung tinggi NKRI, UUD 45, Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, reformasi dan demokrasi.
Modernisator dibentuk oleh sekelompok pemuda yang merasa prihatin melihat gejala ultra-nasionalisme, nasionalisme sempit, energi negatif, budaya sinis dan xenophobia dalam demokrasi Indonesia. Sebagai alternatif, Modernisator ingin membantu generasi muda membangun semangat, mentalitas dan etos kerja yang progresif dan lebih cocok untuk menjawab tantangan zaman di abad ke-21.
Semboyan Modernisator adalah : 'Pengabdian. Keunggulan. Inovasi. Keterbukaan. Konektifitas' (Service. Excellence. Innovation. Openness. Connectivity.) Lima elemen ini kami pandang mutlak harus dimiliki dan dikembangkan generasi muda untuk menjadikan Indonesia menjadi bangsa yang unggul di abad ke-21. Pandangan kami mengenai Indonesia di abad ke-21 tercermin dalam Manifesto Modernisator.
Kami menyadari bahwa banyak sekali modernisator-modernisator Indonesia yang tersebar di berbagai sektor dan penjuru di tanah air. Namun mereka pada umumnya belum mempunyai wadah, dan masih terpencar dalam lingkungan masing-masing. Banyak diantara mereka yang memendam idealisme atau keahlian (knowledge) yang tidak tersalurkan di luar ruang kantornya.
Melalui gerakan Modernisator, kami ingin membantu menjembatani agar para modernisator di seluruh Indonesia dapat saling berhubungan, saling mengisi, saling memperkaya, dan membangun networking untuk memajukan Indonesia.
Melalui Modernisator, kami ingin mendirikan 'rumah bersama' bagi berbagai kalangan generasi muda Indonesia yang like-minded, yakni yang open-minded, modern, inovatif, dan ingin berprestasi.
Karena itulah, kami di Modernisator ingin berkenalan, belajar, bekerja-sama, mempromosikan dan menggaungkan semua anak bangsa yang berprestasi dan memiliki ciri-ciri 'Pengabdian. Keunggulan. Inovasi. Keterbukaan. Konektifitas'.
Pendiri dan pelopor Modernisator adalah : Dino Patti Djalal, Lin Che Wei, Emirsyah Satar, Sandiaga Uno, Bernhard Subiakto, Chrisma Albandjar, Dini Purwono, Zaenal Budiyono dan Marko Kusumawijaya.
Modernisator dibentuk tahun 2008, bersamaan dengan 100 tahun kebangkitan nasional. Kami ingin agar Modernisator dapat menjadi salah satu 'Budi Oetomo abad ke-21'. Kalau Budi Oetomo berhasil menemukan suara generasi baru di awal abad ke-20, maka Modernisator juga ingin turut menemukan suara generasi muda Indonesia dalam konteks abad ke-21.
Sebagai gerakan yang nasionalis, Modernisator tidak menerima dana dari luar negeri. Namun sebagai gerakan yang juga internasionalis, Modernisator bersedia bekerja-sama dengan dunia internasional dalam mensukseskan program-program kami, misalnya : beasiswa, speakers program, mengirim Modernisator menjadi pembicara di seminar internasional, konferensi Modernisator, dll.
Modernisator tidak mempunyai pemimpin tunggal, namun dipandu oleh suatu core group yang terdiri dari sekelompok pemuda dari berbagai bidang (diplomat, bankir, pengusaha, akademisi, budayawan, pengacara, penulis, aktifis dll) yang secara kolektif mengarahkan kegiatan Modernisator. Kegiatan Modernisator ditunjang oleh sekretariat yang terdiri dari sejumlah staf muda yang menangani antara lain website, program dan aktifitas, keanggotaan, kemitraan, beasiswa dan lain-lain.
Untuk menjadi bagian dari gerakan Modernisator, tidak ada pungutan biaya, cukup dengan membaca Manifesto Modernisator di website kami, dan kalau hati dan nalar anda sepaham dengan isinya, maka anda dapat menekan tombol setuju dan anda akan sampai pada halaman pendaftaran. Selanjutnya anda akan diminta untuk mengisi formulir pendaftaran yang telah kami sediakan. Kemudian dengan begitu anda telah setuju dengan wawasan, nilai dan visi Manisfesto Modernisator.
Anda juga punya opsi untuk menjadi Modernisator Aktif, yakni mereka yang mempunyai keahlian dan kiprah konkrit yang terkait dengan tema 'pengabdian, keunggulan, inovasi, keterbukaan, konektifitas', dan bersedia berbagi pengalaman dengan pihak-pihak lain baik dengan sesama Modernisator atau dengan masyarakat luas.
Kegiatan utama Modernisator adalah menjalin networking dengan modernisator di seluruh Indonesia.
Pada saat ini, Modernisator juga telah menjalani beberapa program. Kami membentuk 'Modernisator Speakers Forum' yang menampilkan pembicara dari luar dan dalam negeri. Kami membentuk 'Innovative Leaders Forum' yang menampilkan pemimpin-pemimpin inovatif Indonesia dari berbagai sector (Pemerintahan darah, pendidikan dll). Kami merencanakan melakukan Konferensi Kepemimpinan pada bulan Oktober 2008, dimana kami akan mengundang sekitar 100 generasi muda untuk berdialog dengan Presiden Yudhoyono mengenai ilmu kepemimpinan. Kami juga sedang merintis program kerjasama untuk memberikan beasiswa bagi mahasiswa Indonesia, baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Karena Modernisator adalah gerakan informal yang bottom-up, kami sepenuhnya terbuka menerima ide-ide dari pendukung Modernisator mengenai program-program apa yang dapat dilakukan dalam konteks 'pengabdian, inovasi, keunggulan, keterbukaan, konektifitas'.
Dalam mencapai visi kami, Modernisator juga menjalin strategi kemitraan dengan berbagai kalangan, baik dengan Pemerintah, dunia korporat (corporate partnership), media (media partnership), Universitas (university partnership) dan dunia internasional (international partnership). Kami akan menyambut baik segala kerjasama dengan semua pihak manapun dalam rangka menumbuhkan 'pengabdian, keunggulan, inovasi, keterbukaan, konektifitas' generasi muda Indonesia. Tujuan kami bukanlah untuk mempromosikan diri, namun untuk mempromosikan anak-anak bangsa yang berprestasi.
Akhir kata .. Kami mengundang anda untuk membaca Manifesto Modernisator dan, apabila mengena di hati dan nalar anda, kami harap anda dapat untuk ikut-serta bersam kami berjuang menjadikan Indonesia bangsa yang maju dan unggul.