
Sosok Ali Alatas lebih dikenal sebagai mantan Menteri Luar Negeri terlama yang pernah Indonesia miliki. Ia menjabat posisi tersebut selama 12 tahun sejak tahun 1987-1999. Hampir seluruh hidupnya didedikasikan untuk mengabdi kepada negara. Usahanya telah mengharumkan nama Indonesia di mata dunia karena perjuangannya dalam urusan luar negeri dan perdamaian. Ia terkenal sebagai seorang negosiator yang handal dan tangguh di berbagai meja perundingan.
Sebelum menjabat sebagai seorang diplomat, ia mengawali kariernya di kantor berita di Jakarta pada usia 20 tahun. Lalu 2 tahun kemudian di tahun 1956 ia menjabat sebagai Sekretaris Kedua di Kedutaan Besar RI Bangkok. Pada tahun 1975-1978 ia menempati posisi sebagai Badan Perwakilan PBB di Genewa, dan tahun 1982-1988 sebagai Wakil Tetap Badan Perwakilan PBB untuk Indonesia di New York. Pada masa ini ia mendapatkan rintangan berat karena menghadapi berbagai kritik dari kalangan dunia internasional atas kebijakan RI terkait masalah Timor-Timur. Di tahun 1989-1991 ia diangkat menjadi Co-Chairman dalam Paris Conference dimana pada saat itu ia mampu mendamaikan konflik yang terjadi di Kamboja. Sebelumnya di tahun 1990 ia telah berhasil Menormalisasikan Hubungan Indonesia-Republik Rakyat Tiongkok. Namun kontribusinya tidak hanya berhenti sampai di sini saja, pada tahun 1996 ia berperan sebagai mediator dalam proses Perundingan Perdamaian Pemerintah Philippina dan Front Nasional Pembebasan Moro (MNLF) yang pada akhirnya MNLF bersedia untuk berdamai. Atas keberhasilan perdamaian tersebut, Presiden Philippina, Fidel Ramos menyebutkan Indonesia sebagai “The Best Negotiator in the World”. Di tahun 1999 bersama dengan PBB ia terlibat dengan Penyelesaian Permanen Masalah Timor-Timur, dan bersama para diplomat senior negara anggota ASEAN telah menyusun dan merumuskan Piagam Baru ASEAN yang telah disahkan pada tahun 2007.
Namun dengan berakhirnya tahun 2008, sosok hebat tersebut menutup usianya di umur 76 tahun. Seorang tokoh nasional yang sangat terpandang, seorang diplomat besar yang cemerlang, putra terbaik bangsa, seorang mentor, guru dan ayah bagi orang-orang yang telah mengenal sosok Ali Alatas dengan baik. Di akhir hayatnya alm dipercayakan untuk menjabat sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Presiden Urusan Luar Negeri. Dan Ia juga menerima penghargaan dari Negara yaitu berupa Bintang Adi Mahaprana dan Bintang Republik Indonesia.
Sebulan sebelum kepergiannya, ia menghadiri acara “Menghargai Pahlawan Masa Kini” yang diselenggarakan oleh Modernisator di hotel Shangri-La pada tanggal 10 November 2008. Dan kini, 2 bulan kemudian jatuh pada hari Senin tanggal 12 Januari 2009, Modernisator menganugerahkan penghargaan “Pahlawan Masa Kini” kepada Beliau atas dedikasinya kepada negara. Semoga semangat dan kontribusinya dapat kita ingat selalu.
Selamat Jalan Pak Ali Alatas.